Posts

Perbandingan TUIC vs Hysteria Mana yang Lebih Baik?

hdwork
Cara Hysteria untuk Pemula

Perbandingan TUIC vs Hysteria: Mana yang Lebih Baik?

Berikut analisis mendetail untuk membantu Anda memilih antara TUIC dan Hysteria (khususnya Hysteria 2), berdasarkan skenario penggunaan, keamanan, performa, dan kemudahan konfigurasi.

1. Tujuan Utama

ProtokolFokusCocok Untuk
------
TUICPerforma tinggi dengan latensi rendahJaringan stabil (tanpa blokir berat), streaming, gaming, atau penggunaan harian biasa.
HysteriaMenghindari deteksi DPI (*Deep Packet Inspection*)Jaringan diblokir ketat (seperti di Tiongkok, Iran, atau ISP yang memfilter proxy).

2. Perbandingan Fitur Kunci

KriteriaTUICHysteria 2
----
Protokol DasarQUIC (UDP)UDP dengan obfuscation kustom
EnkripsiTLS 1.3 (standar)TLS 1.3 + obfuscation tambahan (anti-DPI)
PortUDP 443 (mirip HTTPS)UDP 443 (bisa dinamis dengan *port hopping*)
Performa⚡ Lebih cepat di jaringan stabil (latensi rendah)🐢 Sedikit lebih lambat, tetapi stabil di jaringan *lossy* (packet loss tinggi)
Anti-DPI❌ Rentan terdeteksi (QUIC mudah dikenali)✅ Sangat baik (menggunakan teknik *obfuscation* dan *fingerprint* kustom)
Konfigurasi SSLWajib (menggunakan sertifikat valid)Wajib (bisa menggunakan sertifikat Let's Encrypt)
Kompatibilitas KlienClash, Shadowrocket, TUIC ClientClash, Hysteria Client, Surge (dukungan terbatas)
Sumber Daya ServerRendah (CPU ringan)Sedang (CPU lebih tinggi karena obfuscation)

3. Kapan Memilih TUIC?

✅ Pilih TUIC jika:

- Anda berada di negara/jaringan tanpa blokir berat (misal: Indonesia, Eropa, AS).

- Prioritas kecepatan dan latensi rendah (untuk streaming, gaming, atau browsing).

- Ingin konfigurasi sederhana (hanya perlu sertifikat SSL dan port UDP 443).

- Tidak perlu khawatir tentang deteksi DPI (ISP tidak memfilter protokol QUIC).

Contoh Kasus:
- Mengakses layanan streaming (Netflix, Spotify) dari server luar negeri.
- Menggunakan proxy untuk keperluan pribadi di jaringan rumah/kantor yang tidak diblokir.

4. Kapan Memilih Hysteria?

✅ Pilih Hysteria 2 jika:

- Anda berada di negara dengan sensor internet ketat (Tiongkok, Iran, atau ISP yang memfilter proxy).

- Jaringan sering mengalami packet loss atau throttling (Hysteria lebih stabil di kondisi buruk).

- Butuh anti-DPI ekstra (misal: menghindari deteksi oleh firewall sekolah/kantor).

- Tidak masalah dengan sedikit penurunan kecepatan untuk keamanan tambahan.

Contoh Kasus:
- Mengakses internet di kampus/sekolah yang memblokir proxy standar.
- Berada di wilayah dengan sensor internet seperti Tiongkok (Great Firewall).

5. Perbandingan Konfigurasi (Domain + SSL)

TUIC

- Kelebihan:

- Konfigurasi SSL lebih sederhana (hanya perlu `fullchain.pem` dan `privkey.pem`).

- Tidak perlu modifikasi tambahan untuk *obfuscation*.

- Kekurangan:

- Rentan diblokir jika ISP/Tiongkok mendeteksi pola QUIC.

Hysteria 2

- Kelebihan:

- Fitur *obfuscation* bawaan (misal: `obfs: "xplus"` atau `obfs: "salamander"`).

- *Port hopping* untuk menghindari blokir statis.

- Kekurangan:

- Konfigurasi lebih kompleks (perlu menyesuaikan parameter *obfuscation*).

- Butuh klien yang mendukung Hysteria 2 (tidak semua aplikasi proxy kompatibel).

6. Rekomendasi Berdasarkan Skenario Anda

Jika Anda Menggunakan Domain `net.hdtok.eu.org`

- Pilih TUIC jika:

- Domain Anda tidak diblokir oleh ISP/negara target.

- Anda ingin setup cepat dengan hasil maksimal di jaringan stabil.

- Contoh: Server di Jerman/Singapura untuk pengguna di Indonesia.

- Pilih Hysteria 2 jika:

- Anda curiga ISP/negara target memblokir QUIC (misal: akses dari Tiongkok).

- Ingin ekstra aman dari deteksi firewall (misal: untuk keperluan bisnis sensitif).

💡 Tip: Jika ragu, coba keduanya!
- Jalankan TUIC dulu (konfigurasi lebih mudah).
- Jika terdeteksi/blokir, migrasi ke Hysteria 2.

7. Contoh Konfigurasi Singkat Hysteria 2 (Jika Anda Memilih Hysteria)

// /etc/hysteria/config.json
{
  "listen": ":443",
  "cert": "/etc/letsencrypt/live/net.hdtok.eu.org/fullchain.pem",
  "key": "/etc/letsencrypt/live/net.hdtok.eu.org/privkey.pem",
  "obfs": "xplus", // Teknik obfuscation
  "auth": "password_kuat_anda", // Ganti dengan password kuat
  "alpn": "h3",
  "disable_mtu_discovery": true
}

- Port hopping: Tambahkan `"port": "443,8443,2096"` di konfigurasi klien.

- Klien: Gunakan [Hysteria Client](https://github.com/apernet/hysteria) atau Clash dengan plugin Hysteria.

Kesimpulan

ProtokolRekomendasi


TUIC✅ Pilihan terbaik jika jaringan stabil dan tidak ada sensor berat. Lebih cepat, lebih sederhana, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Hysteria 2✅ Pilihan kritis jika berada di jaringan diblokir ketat. Lebih aman dari DPI, tetapi sedikit lebih lambat dan kompleks.
🔥 Untuk kasus Anda (`net.hdtok.eu.org`):
- Jika server berada di Eropa/AS dan target pengguna di Indonesia/Singapura → Pilih TUIC.
- Jika target pengguna di Tiongkok/Iran → Pilih Hysteria 2.

Jika masih bingung, mulai dengan TUIC karena konfigurasinya lebih mudah. Jika terblokir, migrasi ke Hysteria 2 hanya butuh 10 menit! 🚀

Post a Comment